Al Mentra Institute : Jadikan Ramadhan Momentum Penguat Kedamaian Sesama Warga | klikaktifis
LOADING

Type to search

Budaya

Al Mentra Institute : Jadikan Ramadhan Momentum Penguat Kedamaian Sesama Warga

mangkubumi 06/05/2019
Share

Klikaktifis.id – Wacana ‘People Power’ atau kekuatan rakyat pertama kali di lontarkan oleh Amien Rais Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Amanat Nasional (PAN) jelang pencoblosan pada 17 April 2019 lalu.

Tokoh reformasi itu mengancam akan menggerakan kekuatan rakyat dalam bentuk aksi masa besar-besaran jika terbukti ada indikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan kecurangan  untuk memenangkan calon Presiden patahana Joko Widodo.

Wacana ini terus bergulir paska hari pencoblosan dan makin masif jelang penetapan hasil pemilu pada 22 Mei 2019 mendatang. Ancaman people power bahkan di legitimasi dalam ijtima ulama ke III beberapa hari lalu setelah Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) menyerukan poeple power untuk melawan kecurangan yang di tudingkan pada KPU. 

Menanggapi hal ini, Karman BM Direktur Al Mentra Institut mengatakan, masa kampanye yang panjang selama 8 bulan sudah sangat melelahkan bagi rakyat dan hal ini terus berlangsung sampai 22 Mei 2019 mendatang serta berpotensi terus bertahan jika Prabowo Sandi mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Mari kita akhiri kompetisi yang keras ini, biarkan rakyat untuk melanjutkan kehidupannya dengan tenang jangan lagi di provokasi dengan ancaman poeple power atau hal lain yang berpotensi kembali memecah belah bangsa ini”, tegas Karman dalam perbincangan dengan redaksi, Senin (6/5/2019).

Karman mengajak Jadikan Ramadhan sebagai pemersatu Indonesia yang damai. Soal sengketa pemilu semua sudah di atur dalam undang-undang mekanisme konstitusionalnya dan silakan di ikuti prosesnya.

“Mari kita Jadikan Ramadhan sebagai pemersatu Indonesia yang damai dan mari hentikan pembelahan bangsa ini dalam urusan copras capres yang sudah sangat menguras energi bangasa ini”, tegas Karman.

Menurut mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PP GPII) itu, elit politik agar lebih mengedepankan narasi yang sejuk, persatuan, pemilu damai serta mengajak jangan lagi agama di pakai sebagai alat politik untuk memprovokasi rakyat.

“Sudah saatnya bangsa ini kembali bersatu membangun peradaban untuk cita-cita Indonesia yang baldatun warabbun ghofur sesuai amanat konstitusi”  ungkap Karman.

Selain itu Karman menghimbau agar narasi perpecahan dan perbedaan pilihan terutama bagi generasi milenial yang melek media sosial agar berhenti saling mencaci, Saling menjelekkan karena akan semakin memperdalam jurang perpecahan.

“Ayo kita semua ramai – ramai pilih nomor 3 yakni Persatuan Indonesia, Kita jadikan Ramadhan sebagai momentum penguat perdamaian antar sesama warga negara”. pungkas Karman.****

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *