FKMS : Pameran Mobil Impor Lambhorgini Di Duga Fiktif | klikaktifis
LOADING

Type to search

Ekonomi

FKMS : Pameran Mobil Impor Lambhorgini Di Duga Fiktif

mangkubumi 15/04/2019
Share

Klikaktifis.id – Sekertaris Forum Komunikasi Masyarakat Sipil (FKMS) Sutikno meminta agar pihak Kementerian Keuangan dalam hal ini Dirjen bea cukai dan direktur penindakan bea cukai transparan terkait rencana import barang mewah (Lambhorgini) yang diberikan ke salah satu perusahaan swasta bernama PT. Kreasi Lancar Orientasi Prima (KLOP) untuk keperluan event pameran.

Hal tersebut disampaikan Sutikno saat pihaknya mengetahui adanya dugaan kejanggalan dalam rencana import barang mewah yang diadakan pihak Kemenkeu.

Dijelaskannya, Dalam Permenkeu nomor 178/2017 tentang impor sementara khususnya di pasal 4 ayat 1 menyatakan bahwa impor sementara dapat dilakukan untuk keperluan pameran atau pekan raya yang dipamerkan selain ditempat penyelenggara pameran berikat.

“Sementara di Pasal 4 ayat  3 menyatakan  bahwa barang yang dapat impor adalah: 1.mesin dan peralatan untuk kepentingan  produksi atau pengerjaan proyek insfrastruktur. 2.barang yang digunakan untuk melakukan perbaikan. 3.barang yang digunakan untuk pengujian dan pengetesan,” ungkapnya dalam keterangan yang di terima redaksi, Ahad (14/4/2019).

Namun pada kenyataannya, kata dia, berdasarkan data yang dimiliki pihaknya bahwa pengadaan impor barang mewah tersebut tidak sesuai dengan apa yang menjadi amanat Permenkeu nomor 178 Tahun 2017. Khususnya di pasal 4 ayat 3.

“Dalam daftar yg dikumpulkan FKMS,  PT Kreasi Lancar Orientasi Prima mengajukan impor untuk pameran. Lantas apakah mobil-mobil mewah itu masuk kriteria pasal 4 ayat 3 Permenkeu 178/2017?” tandas dia.

“Jelas tidak, sebab mobil mewah tidak ada kaitan untuk produksi apapun atau pekerjaan infrastruktur. Bukan barang/alat yang digunakan untuk perbaikan,  juga bukan barang untuk pengujian atau pengetesan. Mungkin aja untuk mengetes apakah tol yang baru dibangun pas untuk mobil mewah,” sindirnya.

Selain itu, Sutikno menambahkan, pihaknya menduga barang-barang mewah yang akan di impor itu tidak melalui prosedur yang benar.

“Selain tidak dikenakan bea masuk juga tidak dikenakan pajak barang mewah yang nilainya bisa mencapai 190℅. Jika harga mobil mewah di pasaran Indonesia itu Rp. 9 milyar maka bisa dipastikan pajaknya sebesar Rp. 9 milyar – (Rp 9/2, 9) = Rp. 5,87 milyar.  Jadi minimal tiap unit kerugian negara ada Rp. 5,87 milyar,” bebernya.

Saat ditanya apakah pihaknya memiliki data terkait tempat perhelatan pameran tersebut dilaksanakan, “Terkait lokasi pameran, kami menduga fiktif.  Dan ini menjadi awal investigasi kami,” tutupnya.

Sebelumnya di ketahui, puluhan orang yang menamakan dirinya Forum Komunikasi Masyarakat Sipil (FKMS) menggeruduk kantor Kementerian Keuangan RI di Jakarta, Jumat (12/04/2019). FKMS mendesak Menkeu Sri Mulyani agar mencopot dirjen Bea Cukai dan Direktur Penindakan Bea Cukai di copot dari jabatannya dalam kasus dugaan import barang mewah berkedok Impor Sementara 60 Lamborghini yang masuk masuk secara ilegal.

Sutikno, Juru Bicara FKMS mengatakan, adanya defisit perdagangan yang menyebabkan pemerintah bekerja keras untuk menekannya, ternodai oleh tindakan oknum bea cukai yang memasukan 60 mobil mewah merek Lamborghini. 

“Dalam investigasi yang kami lakukan, patut di duga ada penyalahgunaan wewenang di lingkungan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai selama tahun 2018-2019, terkait impor barang mewah”, sebut Sutikno saat di temui awak media di depan Kemenkeu RI, Jumat (12/04/2019).

Menurut Sutikno, adapun fakta-fakta yang kami dapatkan sebagai berikut, ahwa sejak Januari 2018 sampai Desember 2019 telah terjadi praktek impor mobil dengan kapasitas diatas 3000 cc yang di lakukan oleh PT kreasi Lancar Orientasi Prima (PT KLOP) yang demikian oleh Andy Wirianto Untuk sebuah showroom Prestige motor sebanyak 58 unit Lambhorgini. 

“Impor tersebut kemudian untuk mensuplai ke salah satu showroom yakni Prestige Motor,  yang selama ini dikenal menjual mobil mewah. Pada hari Kamis tanggal 4 April 2019, telah ditangkap sebuah Lamborghini tanpa STNK oleh Satlantas Polda Metro Jaya (PMJ) yang menjadi awal terbukanya kasus ini”, ungkap Sutikno.

Sutikno menegaskan, pada Jumat 5 April 2019 PMJ memanggil pihak bea cukai dan selanjutnya di lanjutkan pada sesi kedua kepada Kepala Bea Cukai Tanjung Perak Surabaya kembali memenuhi panggilan hari ini Senen 8/4/2019. Ada dugaan keterlibatan oknum pejabat Bea Cukai dalam proses Impor mobil mewah ke Indonesia ini.

“Alasan impor tersebut adalah untuk keperluan pameran di Kota Malang Jawa Timur patut di duga hanya fiktif semata. Kami menduga ada yang memanfaatkan pasal 4 Permenkeu nomor 178 tahun 2017 tentang impor sementara sehingga Lamborghini bisa masuk”, tutur Sutikno.

Selain itu kata Sutikno, akibat adanya perbuatan tersebut negara dirugikan ratusan miliar mengingat bahwa impor sementara harus berdasarkan keputusan menteri atas laporan Direktur Bea Cukai. Maka  oleh karena itu FKMS meminta kepada Menteri Keuangan Republik Indonesia untuk mencopot Direktur Jenderal bea cukai dan direktur penindakan bea cukai karena diduga memberikan laporan tidak benar untuk menjaga kredibilitas ibu Menkeu sebagai menteri terbaik di Asia, pungkas Sutikno.****

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *