Geruduk KPK, FRAKSI Duga Ada Airlangga Di Korupsi PLTU Riau-1 | klikaktifis
LOADING

Type to search

Nasional

Geruduk KPK, FRAKSI Duga Ada Airlangga Di Korupsi PLTU Riau-1

mangkubumi 16/09/2019
Share

Klikaktifis.id – Ratusan masa yang tergabung dalam Front Rakyat Anti Korupsi (FRAKSI) menggeruduk gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, Senin (16/9/2019).  FRAKSI mendesak KPK segera tangkap dan adili Ketua Umum Golkar yang juga Menteri Perindustrian RI Airlangga Hertanto karena di duga terlibat dalam korupsi proyek PLTU Riau di PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyusul anak buah nya antara lain Idrus Marham eks Sekjend Golkar dan Eni Saragih eks wakil ketua komisi VII DPR RI.

“Ada indikasi keterlibatan Airlangga Hartarto Ketua Umum Partai Golkar Seperti yang dikatakan Mantan wakil ketua Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih yang tak memperdulikan bantahan Airlangga tentang pertemuan membahas Proyek PLTU Riau-1 di kediaman Airlangga”, sebut Yusuf Rangkuti Koordinator Aksi FRAKSI di KPK, Senin (16/9/2019).

Menurut Yusuf, Eni yang telah mengajukan justice collaborator itu tetap dalam keterangannya dan mengaku telah menyerahkan bukti-bukti kongkalikong proyek PLTU Riau-1 di rumah Airlangga kepada KPK. Dalam pertemuan itu, dihadiri Eni, Idrus Marham, Airlangga, Melchias Markus Mekeng, dan bos Blackgold Natural Recourses Limited, Johannes B. Kotjo. 

“Kalau membantah tidak apa-apa, tetapi pertemuan itu terjadi dan ada,” kata Eni, usai menjalani pemeriksaan di kantor KPK, Jakarta, Rabu, 26 September 2018. Semua isi pembicaraan dalam pertemuan di rumah Airlangga, kata Eni sudah disampaikan kepada KPK. Eni bersedia bekerja sama dengan KPK agar lembaga antirasuah itu mudah mengusut semua yang terlibat kasus proyek PLTU Riau-1. 

Seperti di KPK telah menjerat Eni, Kotjo, dan Idrus sebagai tersangka suap terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1. Eni dan Idrus Marham diduga menerima hadiah atau janji dari Kotjo berupa uang sebesar Rp6,25 miliar. Eni sebelumnya pun mengaku mengalirkan sebagian uang suap yang diterima dari Kotjo ke Munaslub Partai Golkar 2017. Pada kegiatan itu, Airlangga terpilih sebagai ketua umum Golkar. “KPK telah memeriksa Mekeng, namun belum dengan Airlangga”, sebut Yusuf.

Dia menegaskan, pertemuan membahas proyek senilai USD 900 juta itu juga dihadiri Ketua Fraksi Golkar Melchias Marcus Mekeng, Idrus Marham dan Kotjo. Pertemuan dilaksanakan setelah Airlangga menjabat Ketua Umum Partai Golkar yang baru. Setelah Airlangga Hartarto menjadi Ketum Golkar, diadakan pertemuan di rumah pribadi Airlangga pada Januari 2018. 

“Pertemuan itu tidak lain membicarakan tindak lanjut kepentingan Kotjo menggarap proyek PLTU Riau 1. Pastinya kepentingan Kotjo yang dibahas di karena belum tuntas kontraknya, mengingat Setya Novanto bukan lagi Ketum Golkar. Jelas sudah dari rangkaian ini ada indikasi keterlibatan Airlangga dalam kasus ini”, ungkap Yusuf.

Kata Yusuf, pihaknya tidak akan mundur meski dalam aksi ini ada preman berwajah Indonesia Timur yang mengaku pendukung Airlangga mengintimidasi peserta aksi padahal aksi kami di gedung KPK. “KPK sudah tidak steril dari preman yang ngaku suruhan Airlangga. Ini membuktikan indikasi Airlangga terlibat KKN PLTU itu nyata adanya”, tegas Yusuf.

Maka dari itu kami yang tergabung dalam FRAKSI (Forum Rakyat Anti Korupsi ) menuntut KPK hal sebagai berikut. Pertama kata Yusif, usut tuntas korupsi PLN tanpa pandang bulu. Kedua, usut tuntas kasus PLTU RIAU dan pihak – pihak terkait tanpa tebang pilih. Ketiga, Segera tangkap dan adili Airlangga Hartarto serta pihak – pihak terkait. Demikian Yusuf Rangkuti.****

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *