GMNI Poros UIN Se-Indonesia Minta Elit Politik Bangun Narasi Damai | klikaktifis
LOADING

Type to search

Aktifis

GMNI Poros UIN Se-Indonesia Minta Elit Politik Bangun Narasi Damai

mangkubumi 25/05/2019
Share

Klikaktifis.id Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Poros Universitas Islam Negeri se-Indonesia Berharap Elit Politik berhenti mengunakan narasi yang saling bermusuhan dan membangun bermusyawarah dan bermufakat,

“Sudah saatnya elit politik berhenti menggunakan narasi yang saling bermusuhan, waktunya bermusyawarah dan bermufakat dan bangun narasi yang membebaskan masyarakat dari tirani mental”,ucap Rizal Haqiqi di Jakarta, Sabtu (25/5/2019).

Mantan Ketua GMNI Surabaya Periode 2016-2018 menuturkan, Hingga hari ini kita disuguhkan oleh berbagai peristiwa yang membuat masyarakat di negeri ini sibuk untuk saling bermusuhan. Hal ini menurutnya, akibat dari adanya pemilu yang didalamnya banyak menggunakan narasi permusuhan diantara kedua kubu.

Menurut Rizal, Hal ini harusnya menjadi PR yang besar bagi pemerintah dan elit politik untuk mengembalikan mental dan psikis dari masyarakat yang sudah terbelah.

Lanjut Ketua GMNI Surabaya Periode 2016-2018, Solusi terbaik yang saat ini bisa dilakukan adalah bagaimana agar tercipta suasana kondusif dengan upaya permufakatan dan musyawarah diantara para elit politik,

Tambah rizal, selanjutnya elit politik harus bisa membebaskan dan memerdekakan mental para pendukungnya dari tirani mental yang saat ini dialami, seperti dalam pidato 1 juni bung karno dalam sidang BPUPKI. Soekarno menyebutkan bahwa Negara Indonesia bukan satu negara untuk satu orang, bukan satu negara untuk satu golongan, walaupun golongan kaya. Tetapi kita mendirikan negara semua buat semua, satu buat semua, semua buat satu, sebut Rizal.

Ia meyakini,  syarat yang mutlak untuk kuatnya negara Indonesia ialah permusyawaratan perwakilan. Sebab para founding fathers mendirikan negara Indonesia atas semua golongan.

Maka, penting kiranya bagi elit politik untuk membangun mental negeri ini kembali dengan narasi yang sejuk dan damai agar masyarakat bisa terbebas dari tirani mental dan kedepannya bisa saling tolong menolong dan bergotong royong untuk menghadapi tantangan globalisasi kedepan, ungkapnya.**

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *