Import Lambhorgini Bodong. FKMS : Negara Rugi Rp. 200 Milyar | klikaktifis
LOADING

Type to search

Ekonomi

Import Lambhorgini Bodong. FKMS : Negara Rugi Rp. 200 Milyar

mangkubumi 16/04/2019
Share

Klikaktifis.id – Setelah terjadi penangkapan pada hari Kamis (4/4/2019) atas sebuah unit Lamborghini yang di duga tidak memiliki sepucuk legalitas sama sekali alias bodong, maka di lakukanlah pemanggilan pertama pada hari Jumat (5/4/2019) di Polda Metro Jaya terhadap kepala Bea Cukai Tanjung Perak Surabaya.

Informasi ini dihimpun atas dasar keterangan dari Forum Komunikasi Masyarakat Sipil (FKMS). Dan selanjutnya di lanjutkan pada sesi kedua kepada Kepala Bea Cukai Tanjung Perak Surabaya kembali memenuhi panggilan hari iSenen (8/4/2019). 

Adanya dugaan keterlibatan oknum pejabat Bea Cukai dalam proses Impor mobil mewah ke Indonesia. kali ini melibatkan puluhan mobil mewah milik salah satu importir yang berinisial AW. Pasalnya, Lamborghini yang mempunyai branch mobil mewah dengan kisaran harga per unit hingga 8 Milyar ini masuk ke indonesia sebanyak 68 unit. 

Alasan yang mendasar dari pihak importir bahwa mereka mendatangkan mobil mewah sebanyak itu untuk keperluan pameran di Kota Malang Jawa Timur. Namun setelah di lakukan investigasi oleh FKMS, pameran itu tidak ada alias fiktif. Berdalih menggunakan Impor sementara tentu saja tidak sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan.

Setelah mendapatkan beberapa informasi dari narasumber Rakyatjelata.com segera menemui pihak Bea Cukai Tanjung perak Surabaya dan Kanwil Bea Cukai Jatim untuk melakukan konfirmasi terkait dengan penangkapan yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya beberapa hari lalu. Dan di duga oknum Bea Cukai Tanjung Priok bersama Bea Cukai Tanjung Perak ada upaya meloloskan mobil mewah Lamborghini merk Hyuricane LP 5802 th 2016.

Bersama dengan itu, awak media berkunjung ke kantor Bea Cukai Tanjung Perak guna melakukan konfirmasi terkait adanya temuan tersebut, awak media tidak dapat bertemu dengan kepala Bea cukai Informasi  langsung oleh petugas pelayanan informasi I Made S saat di jumpai oleh awak media. 

“Bapak memang tidak ada di tempat, saat ini lagi Dinas Luar ke Jakarta. Tapi bukan untuk memenuhi panggilan dari Polda Metro Jaya mas, tetapi ada acara lain.” katanya.

Dari informasi dan data yang di terima oleh awak media, saat ini Kepala Bea Cukai Tanjung Perak sedang memenuhi pemanggilan dari Polda Metro Jaya. Untuk akurasinya, masih dalam tahap konfirmasi hingga kantor  wilayah.

Sejauh ini pihak Bea Cukai Tanjung Perak belum dapat memberikan keterangan terkait adanya dugaan penyelundupan 68 unit Lamborghini. 

Kepala Kanwil Bea Cukai pun tidak ada di tempat. Bahkan seluruh staff terkesan menghindar dari pertanyaan awak media. Kepala Kanwil Bea Cukai Muhamad Purwantoro di nyatakan tidak ada di tempat dikarenakan Dinas Luar. tak lama kemudian Staff Humas Kanwil Jatim Hidayat menemui para awak media untuk memberikan sedikit keterangan.

Sementara itu Sutikno Sekretaris FKMS mengatakan, dari serangkaian kronology pihaknya meyakini adanya dugaan Mal Administrasi.

“Saya yakin pasti mereka tidak akan memberikan keterangan terkait mobil mewah Lamborghini itu. setelah di tangkap polda metro jaya mereka berdalih dengan impor sementara,  padahal menurut peraturan Menteri keuangan no 178 Th 2017 impor sementara itu harus dibatasi sebanyak 2 unit dan boleh di pakai atas ijin kepala BC (Bea Cukai) dan harus di wilayah kepabeanan itu sendiri. Selain itu  harus di  pakai oleh orang asing. sedangkan ini bukan orang asing dan jumlahnya sangat fantastis, total keseluruhan ada 68 unit”, sebut Sutikno.

Tikno menegaskan, impor sementara dengan jumlah 68 unit dasar hukumnya tidak ada,  berarti Bea Cukai di duga kuat terlibat kongkalikong dengan PT Kreasi Lancar Orientasi Prima yang mana keberadaan PT tersebut fiktif  alias tidak jelas. No Kep impor 190 beserta tanggal Kep Impor 5/02/2018 terindikasi adanya Mal Administrasi dengan memberikan atau memainkan dukumen impor secara tidak benar, dari permainan ini di perkirakan Negara mengalami kerugian hingga 200 Millyard.

“Menteri Keuangan di minta benar benar serius dalam mengusut kasus ini.” ujar Sutikno Alumni ITS ini.

Sementara itu, keterangan yang di dapat dari Staff Humas Kanwil Jatim, informasi ini belum sampai ke pihaknya. “Kasi Humas kami sedang mengalami sakit jantung. Jadi saya mohon maaf belum bisa memberikan keterangan secara detail. Sedangkan Kakanwil masih Dinas Luar. Informasinya sedang ke Malang.” terang Hidayat Staff Humas Bea Cukai Kanwil Jatim. Saat berita ini di unggah, pihak Bea Cukai masih belum dapat memberi penjelasan secara rinci.****

Sumber : rakyatjelata.com

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *