KAMPAK Beberkan Hasil Temuan Kemenristekdikti Soal Dugaan Ijazah Palsu Cik Ujang | klikaktifis
LOADING

Type to search

Daerah

KAMPAK Beberkan Hasil Temuan Kemenristekdikti Soal Dugaan Ijazah Palsu Cik Ujang

mangkubumi 26/08/2019
Share

Foto/Doc : Penyerahan Berkas Hasil Investigasi Kemenristekdikti Oleh Abraham Koordinator KAMPAK Pada Saksi Pelapor dari FNJI

Klikaktifis.id – Koalisi Mahasiswa/Pemuda Peduli Integritas Kampus (KAMPAK) menggelar jumpa pers di kawasan Jakarta Selatan, Senin malam (26/08/2019) terkait temuan hasil investigasi Kemenristekdikti RI soal dugaan ijazah palsu Cik Ujang Bupati Lahat Sumatra Selatan yang di sampaikan hasilnya pada KAMPAK 23 Agustus 2019 lalu.

Abraham Koordinator KAMPAK menjelaskan, bahwa pada tanggal 1 Agustus 2019, Koalisi Mahasiswa/Pemuda Peduli Integritas Kampus (KAMPAK) menggelar aksi demonstrasi di kantor Kemenristekdikti RI meminta Kemenristekdikti mengusut dugaan ijazah palsu Cik Ujang Bupati Lahat Sumatra Selatan yang di anggap mencoreng citra pendidikan tinggi di Indonesia.

Dalam aksi ini sebut Bram sapaan akrabnya, perwakilan KAMPAK di terima oleh Direktorat Pembelajaran dan di sepakati bahwa Kemenristekdikti akan turun melakukan pemeriksaan pada 6 – 11 Agustus 2019. Kemudian pada 23 Agustus 2019 KAMPAK kembali mendatangi Kemenristekdikti untuk menagih janji hasil investigasi Kemenristekdikti di Universitas Sjakhyakirti Palembang.

Dalam-dalam point-point hasil Investigasi Kemenristekdikti itu yang di serahkan pada KAMPAK antara lain di temukan hal-hal sebagai berikut.

Pertama kata Bram, tidak di temukan bukti fisik tugas akhir (Skripsi) mahasiswa atas nama Cik Ujang dengan keterangan hilang di perpustakaan. Kedua, tidak di temukan absensi mahasiswa atas nama Cik Ujang yang mengambil kuliah reguler sewaktu menempuh studi pendidikan Sarjana Hukum (SH) selama 3,5 tahun

Ketiga, nomor seri ijazah dalam database Kemenristekdikti yang semula tertulis 000, di rubah oleh pihak kampus atas persetujuan rektor di depan penyidik Bareskrim Polri saat penyelidikan kasus ini dengan membuat berita acara perubahan nomor seri ijazah tertanggal 4 April 2019, beber Bram.

Menurut KAMPAK dari data-data yang di berikan pihak kampus pada tim pemeriksa Kemenristekdikti di temukan kejanggalan seperti Surat Pengajuan Judul Skripsi, Surat Pernyataan Penulisan Ijazah, Data Alumni, Photo Calon Alumni dengan tanda tangan atas nama Cik Ujang berbeda-beda/mirip tapi tak sama (Bukti terlampir). 

Untuk membuktikannya perlu ada audit forensik kapan surat-surat tersebut di tanda tangani oleh pihak yang berwenang karena patut di duga surat-surat tersebut yang di buat adalah palsu karena di buat terburu-buru saat akan di periksa.

Untuk itu KAMPAK berencana akan menyerahkan data-data temuan ini pada pihak pelapor (Forum Nasional Jurnalis Indonesia/FNJI) untuk kembali di sampaikan pada penyidik Bareskrim Mabes Polri sebagai temuan bukti baru dalam perkara yang telah di laporkan dengan nomor Laporan Polisi : LP/B/0318/III/2019 20 Maret 2019 terkait kejahatan sistem pendidikan nasional (Pemalsuan dokumen/ijazah palsu) yang kebetulan pada malam ini hadir menerima pelimpahan berkas.

“Kami akan memperkuat kerja sama ini bersama FNJI agar proses penyelesaian kasus ini Bareskrim Mabes Polri bisa cepat selesai proses hukumnya untuk di limpahkan ke pihak kejaksaan”, tegas Bram.****

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *