Legalkan Miras. Aktifis Pemuda Sebut Gubernur Cederai Toleransi Di NTT | klikaktifis
LOADING

Type to search

Nasional

Legalkan Miras. Aktifis Pemuda Sebut Gubernur Cederai Toleransi Di NTT

mangkubumi 21/06/2019
Share

Klikaktifis.id – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor laiskodat bekerja sama dengan Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang menjalin kerja sama dengan meluncurkan produk minuman keras (miras) bernama ‘sophia’.

Sophia yang telar di luncurkan Viktor dengan minum bersama di Kampus Undana kemarin itu menurut rencana akan di pasarkan sejumlah negara seperti Timor Leste, Australia dan China. Pemprov akan membuat aturan agar pelegalan miras ini sesuai aturan hukum.

Menanggapi kebijakan yang diambil oleh Gubernur NTT untuk melegalkan miras itu, Hamzah aktifis pemuda dari Pemuda Islam NTT Jakarta menolak kebijakan tersebut karena telah menciderai nilai toleransi antar umat beragama di NTT.

“Jangan ajarin kami masyarakat NTT soal toleransi, ribuan tahun kami hidup dengan nilai-nilai budaya dan adat istiadat yang beragam serta menjunjung tinggi perbedaan karena di satukan oleh nilai-nilai adat yang kuat. Kebijakan viktor mencederai nilai-nilai toleransi yang ada di NTT”, tegas Hamzah di Jakarta, Jumat (21/6/2019).

Kata Hamzah, selain selain miras merusak kesehatan dan moral generasi muda bangsa, ajaran Islam juga mengharamkan. Jangankan ajaran Islam, ajaran Kristen dalam Kitab suci Perjanjian Lama sekalipun mengharamkan minuman keras ini. Hal-hal sensitif seperti ini harusnya di pahami oleh Laiskodat sebagai pemimpin seluruh ummat beragama di NTT. 

Menurut Hamzah, sementara itu pelegalan miras tidak memiliki dampak siginifikan terhadap pengentasan kemiskinan yang mendera masyarakat NTT. Sebetulnya masih banyak potensi lain di NTT yang bisa dimanfaatkan untuk mendongkrak pendapatan ekonomi masyarakat.

“Pelegalan miras tidak akan mengatasi kemiskinan di NTT. Masih ada banyak potensi yang dimiliki NTT yang jika diolah dengan baik akan mampu mengatasi persoalan kemiskinan. Minuman keras akan banyak merusak moral pemuda dan pemudi secara perlahan dan membunuh karakteristik mereka,  tdk ada asas manfaat dalam mengkonsumsinya”, tegas Hamzah.

Dia menegaskan, dirinya nanti akan berkosolidasi dengan berbagai pihak elemen masyarakat NTT. “Ya kami akan melaporkan Viktor ke Majelis Ulama Indonesia (MUI)  dan Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) serta Menteri Dalam Negeri terkait kebijakan yang merusak kerukunan antar ummat beragama di NTT ini”, pungkas Hamzah.****

Tags:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *