Majalah Tempo Edisi 9-16 September Yang Muat Korupsi 'Bawang Putih' Hilang Di Pasaran | klikaktifis
LOADING

Type to search

Politik

Majalah Tempo Edisi 9-16 September Yang Muat Korupsi ‘Bawang Putih’ Hilang Di Pasaran

mangkubumi 10/09/2019
Share

Klikaktifis.id – Di media sosial heboh, para pegiat medsos heran dan bertanya-tanya mengapa majalah Tempo edisi tanggal 9 – 16 September 2019 yang memuat investigasi khusus korupsi bawang putih menghilang di pasaran. 

Kabarnya sejak Senin 9 September 2019 Majalah Tempo Edisi ‘bawang putih’ itu tak lagi di temukan di rak-rak penjualan majalah baik di toko-toko buku resmi seperti di Gramedia dan toko buku lainnya di Jakarta maupun penjual-penjual eceran di pinggir-pinggir jalan.

Tim khusus redaksi mencoba mencek fakta-fakta di lapangan terkait beredarnya isu ini. Selama 2 hari sejak Senin – Selasa (9-10/9) Tim redaksi mencoba menyusuri beberapa toko-toko buku maupun penjual eceran di pinggir-pinggir jalan di dua kota yaitu Jakarta dan Depok. Hasilnya nihil, majalah tempo edisi 9 – 17 September  2019 sama sekali tak ada jejaknya seolah hilang di telan bumi. 

Tim redaksi mencoba bertanya di salah satu toko yang biasa menjual majalah Tempo di kota Depok. “Ga ada mas, infonya nanti Kamis atau Jumat baru ada lagi”, sebut salah satu penjaga konter buku di toko tersebut, Selasa malam (10/9).

Seperti di ketahui, dari informasi yang di himpun redaksi dari berbagai sumber, tiap minggunya majalah Tempo menerbitkan sekitar  25.000 exlempar dengan harga pasar 45.000 per exlempar. Maka jika di kalikan tiap minggunya bisnis majalah Tempo meraup omset Rp. 1.125.000.000 ( Satu Milyar Seratus Dua Puluh Lima Juta Rupiah).

Tim redaksi kemudian mencoba menelusuri edisi majalah Tempo digital untuk mengaksesnya, namun juga tidak di temukan berita soal korupsi bawang putih ini di edisi digitalnya.

Dari puzzle – puzzle ini, tim redaksi kembali menelusuri informasi yang bertebaran di group-group whatsapp para aktifis pro demokrasi di Jakarta. Dari informasi yang di himpun redaksi menemukan ternyata edisi majalah Tempo digital 9-17 September 2019 sempat tayang sebelumnya dan bisa di akses pada tanggal Senin 9 September 2019 sebelum akhirnya menghilang.

Berita itu memuat informasi antara lain, kasus korupsi kuota impor bawang putih membuat salah satu partai utama pendukung pemerintah (PDIP) merasa terancam. Di PDIP kasus ini melibatkan anggota DPR RI I Nyoman Dharma yang di tangkap KPK pada 9 Agustus 2019.

Dari gelar perkara di KPK pada minggu pertama Agustus nama dari putra seorang petinggi PDIP di sebut sebagai orang yang akan menerima setoran dari Chandry Juanda alias Afung pengusaha impor bawang putih.

Chandry mengontak Nyoman untuk mencari cari kuota impor bawang putih. Dialah yang menawarkan jatah kuota bawang putih kepada putra petinggi partai itu. Nyoman meminta jatah Rp. 3,6 Milyar untuk mengurus surat persetujuan impornya tapi belum di terima pemilik kuota Nyoman dan Chandry di gulung KPK. Demikian berita yang sempat di muat majalah Tempo edisi online itu.

Siapa yang paling di untungkan dengan hilangnya dari pasaran investigasi majalah Tempo itu dan siapa sebenarnya sosok  putra dari petinggi PDIP itu sebenarnya? Nantikan dalam edisi investigasi redaksi selanjutnya.****

Tags:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *