Mengapai Ridho-Nya | klikaktifis
LOADING

Type to search

Opini

Mengapai Ridho-Nya

mangkubumi 10/09/2019
Share

Penulis :

Nur Cahyono Ketua Umum BPL PB HMI

Pada dasarnya segala sesuatu yang ada di dunia ini ada demi sebuah tujuan tertentu. Seperti misalnya hujan ada untuk memberikan kesuburan bagi tanaman atau matahari yang ada untuk memberi kehangatan. Setiap hal di dunia ini pasti memiliki tujuannya masing-masing.

Konteks dari sebuah tujuan itulah yang juga melatarbelakangi manusia ada di dunia ini. Sebab Masih ada segelintir orang yang muncul dalam dirinya pertanyaan seperti ini, bahkan dia belum menemukan jawaban dari pertanyaan ini hingga berpuluh-puluh tahun lamanya. “Untuk tujuan apa sih, kita diciptakan di dunia ini?”, demikian pertanyaan yang selalu muncul dalam benaknya.

Lalu sampai-sampai dia menanyakan pula, “Kenapa kita harus beribadah?” Sempat ada yang menanyakan beberapa pertanyaan di atas kepada kami melalui pesan singkat yang kami terima. Semoga Allah memudahkan untuk menjelaskan hal ini. Allah Ta’ala sudah menjelaskan dengan sangat gamblangnya di dalam Al Qur’an apa yang menjadi tujuan kita hidup di muka bumi ini.

Cobalah kita membuka lembaran-lembaran Al Qur’an dan kita jumpai pada surat Adz Dzariyat ayat 56. Di sana, Allah Ta’ala berfirman,
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56)

Bentuk ibadah yang Allah tekankan tidak hanya sebatas ibadah-ibadah wajib yang memang sudah menjadi tanggung jawab pokok manusia, tapi juga masih ada ibadah-ibadah lainnya yang bisa membuat kehidupan manusia tersebut jauh lebih baik dan berwarna. Namun, itu semua kembali lagi pada niat dari masing-masing insan tersebut. Seperti misalnya ketika kita sekolah, jangan batasi niat kita hanya untuk belajar namun juga niatkan kalau kita belajar untuk mencari ridha Allah. Hal sederhana yang sering kita lupakan bahkan ikrar itu sering kita ucapkan ketika shalat dalam bacaan iftitqh

Lalu bagaimana dengan kita yang setiap kali melakukan salat diawali dengan bacaan doa iftitah? Inna shalati wanusuki wamahyaaya wamaati lillahi rabbil ‘alamin (sesungguhnya salatku, ibadahku, hidup dan matiku karena Allah Tuhan semesta alam). Setiap saat kita bersumpah atas nama Allah yakni, lillahi seperti dalam doa iftitah itu. Mari lihat diri kita masing-masing, apakah gerak-gerik hidup kita sudah selaras dengan kandungan doa iftitah ini?

Nah, kalau merasa bahwa perbuatan kita belum selaras dengan pengakuan sebagaimana tercermin dalam doa iftitah, masih ada waktu untuk memperbaiki segera diri Mumpung nyawa belum dikerengkongan. Sulitnya merawat niat lillahi terjadi oleh karena halusnya setan menyelinap ke dalam hati manusia yang kemudian membuat prilaku baik manusia tertolak. Maka akan sangat sia-sia bila hal-hal baik tersebut akan menjadi sebuah kesia-siaan karena tidak dilandasi dengan tujuan demi mengharap ridha Allah

Tags:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *