Pansel Capim KPK Di Minta Tak Terpengaruh Opini Sudutkan Polri | klikaktifis
LOADING

Type to search

Nasional

Pansel Capim KPK Di Minta Tak Terpengaruh Opini Sudutkan Polri

mangkubumi 08/08/2019
Share

Klikaktifis.id – Direktur Al Mentra Institute, Karman BM mengatakan, setiap pemilihan Capim KPK selalu hal yang sama dipermasalahkan oleh kelompok LSM. Namun semua yang dikritik dan dikhawatirkan itu semua terbantahkan setelah Capim KPK ditetapkan dan dapat membuktikan kinerjanya.

“Karena memang sistem yang ada di KPK sudah mapan. Seseorang yang kurang baik setelah masuk menjadi pimpinan KPK akan menjadi lebih baik, karena sistemnya sudah baik dan kuat. Personal pribadi pimpinan KPK tak akan mampu melawan sistem yang telah jadi SOP baku di KPK”, sebut mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PP GPII) itu dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (8/8/2019).

Seperti di ketahui, Seleksi calon pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023 menyisakkan 40 orang setelah menjalani test psikologi  di antaranya, dari unsur dosen, akademisi, advokat, jaksa, pensiunan jaksa, dan hakim.

Termasuk perwira Polri, auditor, Komisi Kejaksaan RI, Komisioner KPK, PNS, pensiunan PNS. Ke-40 orang ini akan melanjutkan seleksi ke tahapan profile assessment.

Namun kelompok yang mengatasnamakan Koalisi Masyarakat Sipil yang antara lain dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Indonesia Corruption Watch (ICW) mengkhawatirkan Capim KPK dari unsur Polri. Rekam jejak personal KPK dari unsur Polri di khawatirkan memiliki loyalitas ganda dari 2 institusi yang menaunginya.

Karman menegaskan, bila ada yang mengkritisi orang-orang tertentu ada kemungkinan memang ada upaya membangun opini negatif dan menjegal calon pimpinan tertentu. siapapun Capim KPK yang memenuhi kualifikasi harus didukung menurut undang-undang.

Kita memberikan dukungan kepada siapa saja yang memenuhi kualifikasi menurut peraturan perundang-undangan untuk menjadi pimpinan KPK termasuk dari unsur kejaksaan dan Polri itu sendiri. “Capim KPK yang ‘Qualified’ harus didukung termasuk dari Polri dan Jaksa”, tegas Karman.

Bahwa Capim KPK dari unsur kejaksaan dan Polri itu kata Karman, memiliki point tersendiri dalam rangka penguatan kelembagaan KPK ke depan karena dianggap punya pengalaman melakukan penyelidikan, penyidikan dan penuntutan terhadap sebuah kasus yang ditangani selama ini. 

“Karena kedua lembaga tersebut saya anggap memiliki pengalaman dan jejaring yang tentunya kelembagaan KPK bisa lebih maksimal dalam memberantas korupsi ke depan”, tegas Karman.

Karman berharap kepada panitia seleksi (Pansel) Capim KPK tidak terpengaruh dengan opini-opini yang bisa menyudutkan calon tertentu khususnya dari kepolisian dan kejaksaan.

“Pansel Capim KPK agar tak terpengaruh opini sudutkan Polri/Jaksa karena sesuai dengan amanat undang-undang siapapun boleh selama dia memenuhi kualifikasi dan mampu memberantas korupsi”, pungkasnya.****

Tags:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *