Rumah Perjuangan Rakyat Desak Bawaslu Diskualifikasi Jokowi | klikaktifis
LOADING

Type to search

Nasional

Rumah Perjuangan Rakyat Desak Bawaslu Diskualifikasi Jokowi

mangkubumi 30/04/2019
Share

 Klikaktifis.id – Ratusan orang yang menamakan dirinya Komando Barisan Rakyat Kawal Pemilu Curang (KOBAR PERANG) kembali menggeruduk kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI diJakarta Pusat, Selasa (30/4/2019). Ini merupakan kedatangan kedua kalinya bagi KOBAR PERANG setelah sempat menggelar aksi yang sama pekan lalu.

Selain masa dari KOBAR PERANG, dalam aksi ini juga turut hadir relawan emak emak yang bernama Emak-Emak Semok Pejuang Andalan Sejati atau (Espas) Prabowo-Sandi dan juga Gerakan Laskar Pro (GL Pro) 08, Pejuang Militan Prabowo Sandi (PMPS) dll.  Mereka menilai proses pemilihan Presiden dalam  pesta demokrasi nasional yang berlangsung pada 17 April 2019 lalu berlangsung curang serta tidak memenuhi asas pemilu yakni langsung, umum, bebas, rahasis, jujur dan adil.

Dalam aksi ini perwakilan masa sempat di terima oleh perwakilan dari komisioner Bawaslu antara lain Ahmad Yani (mantan anggota komisi III DPR), Fery Juliantono (Aktifis pro demokrasi), Marwan Batubara (IRESS), Syahganda Nainggolan (mantan aktifis ITB), Ustaz Sambo (PA 212).

Perwakilan masa mendesak Bawaslu ikut berbuat nyata dalam menyikapi kecurangan Pemilu serentak 2019 yang masif. Bawaslu diminta menggunakan kewenangan yang dimiliki untuk memutuskan bahwa Pemilu kali ini tidak sah lantaran banyaknya kecurangan yang terstruktur, sistemik dan massif.

“Jangan takut, kami tahu ancaman-ancaman itu pasti ada, di rezim ini siapa sih yang tidak diancam jika besebrangan. Harapan kami gunakan wewenangnya, kami tidak akan ke MK, karena percuma. Poeple power adalah pilihan yang niscaya”, sebut ustadz Sambo.

Selain itu saat perwakilan masa beraudiensi dengan Bawaslu, orator terus berorasi secara bergantian di atas mobil komando yang di bawa masa.

Salah satu orator mantan aktifis 98 Andrianto SIP mangatakan, Bawaslu tidak boleh tutup mata dalam melihat dugaan kecurangan Pemilu, siapapun yang melakukan kecurangan harus tindak tegas sesuai peraturan perundang-undangan.

Bawaslu harus memproses semua pelanggaran dan kecurangan menyeluruh dan terbuka. Menghukum para pelaku dan pihak atau instansi yang terlibat

Andrianto meminta Ketua KPU harus dipecat. Ketua KPU adalah Arief Budiman harus bertanggungjawab atas berlangsungnya Pemilu yang buruk ini. Dengan berapi-api Andrianto menegaskan, massa ingin Paslon, baik yang malalui tim pemenangannya, yang terlibat dalam kecurangan, harus didiskualifikasi.

“Paslon dan tim pemenangannya yang terlibat kecurangan harus di diskualifikasi, ya Paslon 01 (red ; Jokowi Ma’ruf)harus di diskualifikasi”, tegas inisiator Rumah Perjuangan Rakyat ini.

Selain itu Andrianto menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya ratusan petugas Pemilu. Kepada ribuan petugas Pemilu yang sakit, Andrianto meminta mereka sabar.

“Kami turut berduka cita yang mendalam atas ratusan korban meninggal dan ribuan yang dirawat akibat Pilpres ini. Serta meminta penyelidikan yang akurat agar tak terulang lagu di masa mendatang”, pungkasnya.****

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *