Sah !!! Pemilihan Putaran Ke II Resmi Di Lanjutkan | klikaktifis
LOADING

Type to search

Umum

Sah !!! Pemilihan Putaran Ke II Resmi Di Lanjutkan

mangkubumi 01/01/2019
Share

Klikaktifis.id – Kongres Ke XV Pemuda/KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) yang telah di gelar pada 18 – 22 Desember 2018 lalu di The Forest Resort Bogor kini resmi di nyatakan kembali di lanjutkan oleh pimpinan sidang.

Sebagaimana undangan yang telah di kirim secara resmi oleh pimpinan sidang kongres kepada DPD I KNPI se Indonesia dan organisasi kepemudaan (OKP) tingkat nasional yang juga di terima redaksi, Rabu (02/01/2019).

 

Dalam undangan tersebut, di tanda tangani oleh 6 pimpinan sidang dari unsur DPD I (Jawa Barat & Maluku), Unsur OKP (PB HMI, Gema Nusa, GPI) serta unsur DPP KNPI/Ketua Pimpinan Sidang Sirajuddin Abdul Wahab yang juga Sekjend DPP KNPI Demisioner.

Dalam undangan itu tertulis bahwa berdasarkan AD/ART, Tata Tertib cara pemilihan Ketua Umum KNPI, Anggota Formatur serta penyusunan komposisi personalia DPP KNPI dan MPI Pusat serta menindak lanjuti surat pemberitahuan tentang kronologis  Kongres XV Pemuda/KNPI tertanggal 25 Desember 2018 Nomor : 004/Pimpinan-Sidang/Kongres XV/KNPI/2018.

 

Dengan agenda melanjutkan tahapan pemilihan bakal calon ketua umum dengan agenda tahapan pemilihan ketua umum (Putaran Ke II) sebagaimana diatur dalam tatib pemilihan dan pembacaan risalah persidangan oleh presidium sidang kongres ke XV.

Selain itu, dalam undangan pimpinan sidang ini, pelaksanaan Kongres lanjutan akan tetap di gelar di The Forest Resort Bogor pada Sabtu Minggu, 5 – 6 Januari 2019 pukul 10.00 WIB. Surat itu juga di tembuskan kepada Presiden RI, Wapres RI, Mendagri, Menkumham, Menpora, KaBIN, Polri, Panglima TNI, Gubernur Se Indonesia, Bupati/Walikota Se Indonesia.

Seperti di ketahui, calon ketua umum DPP KNPI periode 2018-2021 antara lain Haris Pertama, Jackson Kumaat dan Noer Fajriansyah. 5 pimpinan sidang dalam pernyataannya beberapa waktu lalu, menganggap proses pemilihan ketua umum DPP KNPI 2018 – 2021 belum selesai karena karena belum ada calon yang memenuhi syarat 50 + 1 suara untuk di tetapkan sebagai pemenang sehingga akan di lanjutkan ke putaran kedua dalam kongres lanjutan nanti.

Terpilihnya Haris Pertama sebagai ketua umum pada 22 Desember lalu di nilai pimpinan sidang telah melanggar AD/ART dan tata tertib pemilihan. Di ketahui dalam putaran pertama lalu, Haris Pertama memperoleh 84 Suara, Noer fajriansyah 82 Suara, 1 Suara abstain (DPP KNPI demisioner) dan 1 suara tidak hadir (Ikatan Pemuda Karya/IPK).

Dengan jumlah total keseluruhan sebanyak 168 pemilik suara dengan rincian 132 OKP, 34 DPD I KNPI, 1 DPP KNPI dan 1 suara Majelis Pemuda Indonesia (MPI). Sehingga syarat 50 + 1 adalah sebanyak 85 suara.

Menanggapi hal ini, anggota steering committee (SC) Verry Achmad mengatakan, jika unsur pimpinan sidang telah memutuskan bahwa kongres akan di lanjutkan mau tidak mau pihaknya akan mendukung proses tersebut.

“Itu wewenang pimpinan sidang ya, kami SC tak memiliki wewenang untuk melarang keinginan melanjutkan sidang tersebut namun saya sarankan pada pimpinan sidang agar betul-betul mematuhi semua ketentuan AD/ART  dan tata tertib pemilihan agar tak lagi menimbulkan multi tafsir paska pelaksanaan kongres”, sebut Verry, Rabu (02/01/2018).

Menurut Verry, SC akan mengawal proses tersebut sampai tuntas agar tak ada lagi pihak-pihak yang mempertanyakan hasil kongres sehingga bisa di lanjutkan dengan pelantikan agar agenda kepemudaan kembali berjalan seperti biasa apalagi sudah masuk tahun politik di 2019 ini.

“Kami akan kawal proses pelaksanaan kongres nanti sampai tuntas agar tak lagi menimbulkan perdebatan, paska kongres kita lanjutkan kembali agenda pemuda yang sempat tertunda”, tegas Ketum DPP Gerakan Pemuda Nusantara (GPN) itu.

Sementara di sisi lain, Ketua Pimpinan Sidang Kongres Sirajuddin Abdul Wahab (SAW) mengatakan, pemilihan ketua umum masih harus dilanjutkan ke putaran II. Dia pun menjelaskan alasannya.

Pada pemilihan Jumat pekan lalu, sebenarnya ada tiga kandidat Ketum KNPI. Mereka adalah Haris Pertama, Jackson Kumaat dan Noer Fadjrieansyah. Namun kemudian Jackson Kumaat mengundurkan diri sebelum pemungutan suara.

Sementara dalam Anggaran Dasar dan Rumah Tangga Organisasi tidak mengatur pemilihan ketum dengan hanya dua kandidat. Namun kemudian proses pemungutan suara tetap dilakukan.

“Hasilnya Haris mendapat 84 dan Fajrie 82 suara. Saat itu Sirajuddin selaku pimpinan sidang mengaku sudah mengumumkan bahwa pemilihan ketua umum KNPI akan dilanjutkan ke putaran 2”, ujar SAW itu belum lama ini.

Menurut SAW, namun situasi saat itu tidak kondusif sehingga memaksa Sirajuddin memutuskan bahwa Haris Pertama menjadi Ketua Umum KNPI terpilih. Empat pimpinan sidang lainnya tak setuju dengan Sirajuddin karena dianggap bertentangan dengan AD ART KNPI.

“Pada saat selesai penghitungan suara, saya coba memediasi antara kandidat, ketua umum demisioner, MPI demisioner, dan saya menyampaikan berulang-ulang bahwa proses pemilihan harus dilanjutkan pemilihan pada tahap II, karena tidak ada yang mendapatkan 50 persen plus 1 suara dari total suara 168”, sebut SAW.

Sesuai AD/ART Organisasi kandidat yang bisa maju ke tahap kedua adalah yang mendapatkan 20 persen lebih suara. “Dan keduanya sama-sama melebihi 20 persen perolehan suara”, papar mantan aktifis IMM ini.****

 

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *