Soal JKN, HMI Gelar Diskusi Bareng Dinas Kesehatan & BPJS Tangerang  | klikaktifis
LOADING

Type to search

Budaya

Soal JKN, HMI Gelar Diskusi Bareng Dinas Kesehatan & BPJS Tangerang 

mangkubumi 30/06/2019
Share

Klikaktifis.id – Menyambut kebijakan Permenkes No. 51 Tahun 2018 HMI Cabang Tangerang menyelenggarakan Diskusi yang dihadiri oleh Dinas Kesehatan Kota Tangerang dan BPJS Kesehatan Tangerang sebagai Narasumber, Hari Jum’at (28/6) bertempat di Sekretariat HMI Cabang Tangerang Jl. Ahmad Yani No. 15.

Diskusi yang diselenggarakan dengan tema “Mengukur Kualitas Faskes dan Pelayanan BPJS Kesehatan di Kota Tangerang Merujuk Permenkes No. 51 Tahun 2018”, merupakan bagian program kerja Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah (PPD) HMI Cabang Tangerang.

Ketua Bidang PPD mengatakan “Tema ini kita ambil karena kondisi yang berangkat dari banyaknya masyarakat yang bingung dari kebijakan Permenkes No. 51 Tahun 2018 tentang Pengenaan Urun Biaya dan Selisih Biaya dalam program JKN” Ujar M. Dedi Suryadi mahasiswa Fakultas Hukum UNIS kepada redaksi.

Sambutan Tiba Yudha Laksaana sebagai Ketua Umum HMI Cabang Tangerang mengatakan, HMI Cabang Tangerang berkomitmen menjaga hubungan baik pada seluruh stake holder dengan sikap dan pemikiran kritis sebagai identitas.

Diskusi dipimpin oleh Akbarudin, S.Pd.I. sebagai Moderator, diawali narasumber dari Ibu Dwi Ernawati Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Tangerang menjelaskan tentang JKN, pelayanan dan upaya persuasif BPJS Kesehatan.

Akreditasi rumah sakit dan pelayanan puskesmas menjadi poin selanjutnya yang dijelaskan oleh Ibu dr. Dini Anggraeni selaku Sekdis Kesehatan Kota Tangerang yang didampingi oleh Ibu Evi Apriyani.

Ibu Dwi Erna menjelaskan, komitmen pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional akan terus ditingkatkan, mengacu pada data bahwa Korea Selatan dengan populasi 50,9Jt membutuhkan 12Tahun dalam memaksimalkan jaminan kesehatan 97,2%, Negara Jepang dengan populasi 126,7Jt membutuhkan 36 Tahun untuk mencapai 100%.

Urun Biaya yang merupakan tambahan biaya yang dibayar peserta pada saat memperooleh manfaat pelayanan kesehatan yang dapat menimbulkan penyalahgunaan pelayanan.

“Esensi dari urun biaya sebagai langkah preventif, penyadaran masyarakat mengendalikan gaya hidup yang tidak sehat, bahwa adanya JKN ini bukan meningkatkan derajat orang sakit dengan tindakan kuratif, melainkan meningkatkan derajat orang sehat.” Ujarnya.

M. Dedi Suryadi Ketua Bidang PPD HMI Cabang Tangerang menyadari masih banyak masyarakat kurang perhatian pada kesehatan dirinya sendiri, paradigma “orang sakit gratis ditanggung bpjs” dan paradigma “untung-rugi antara iuran dan penggunanaan faskes Bpjs” itu membuat sakit itu murah, sehat itu mahal. Padahal sebaliknya sehat itu murah, sakit itu rugi. Sistim gotong royong motto dari BPJS Kesehatan.

Ibu Dwi juga menambahkan bahwa “Standarisasi rumah sakit dalam hal pelayanan kesehatan kita pantau dan perketat, maka akreditasi rumah sakit menjadi perhatian kami dalam memaksimalkan pelayanan yang terbaik.” Tegas Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Tangerang.

Narasumber Dinas Kesehatan yang dihadiri oleh Ibu dr. Dini Anggraeni selaku Sekdis kesehatan Kota Tangerang memaparkan, bahwa Universal Health Coverage (UHC) Kota Tangerang sudah mencapai 95%. Lanjutnya,

“Akreditasi rumah sakit yang sudah BPJS masyarakat Kota Tangerang tidak perlu bingung, karena Hampir seluruh rumah sakit berjumlah 30 rumah sakit di Kota Tangerang sudah melalui akreditasi, kecuali 2 (dua) rumah sakit yaitu RS. Karang Tengah Medika dan RS. Mutiara Bunda).” Jelas Ibu Dini yang baru sartijab sebagai Sekdis Kesehatan Kota Tangerang.

Kota Tangerang mempunyai 3 Unit mobil Ambulance gratis ditempatkan di 3 titik lokasi, Tangerang Barat, Timur, dan sekitarnya yang dapat digunakan masyarakat. Ibu Dini juga menyinggung aplikasi sisrute database yang saling terintegrasi antar rumah sakit bisa menjadi informasi penting sebagai rujukan rumah sakit.

Dalam mempermudah mencari informasi dalam akses layanan kesehatan Dinkes menyarankan mendownload mobile apps Tangerang LIVE fitur layanan kesehatan. Tidak luput Ibu Dwi juga mengajak untuk mendownload mobile apps BPJS Care untuk mempermudah informasi layanan kesehatan rumah sakit.

Sebelum acara diskusi ditutup Dinas Kesehatan Kota Tangerang dan BPJS Ketenagakerjaan meminta apabila terdapat permasalahan-permasalahan dilapangan, langsung dapat disampaikan untuk menjadi perhatian dan perbaikan kita bersama. Tutupnya.

Acara diskusi HMI Cabang Tangerang dihadiri oleh Kakanda Rusdy Alam (Mantan Ketua KNPI Kota Tangerang), Pengurus Cabang, Kader-Kader Komisariat UNIS, Printis, Fisip UNIS, LAPMI HMI Cabang Tangerang, GMNI, Pemuda Muhammadiyah, Perwakilan Dinas Satpol PP, Perwakilan Polres Metro Tangerang Kota. (D.N).**

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *