Suku Marind Sambut Kebijakan Jokowi Tuntaskan Sengketa Tanah Rakyat | klikaktifis
LOADING

Type to search

Ekonomi

Suku Marind Sambut Kebijakan Jokowi Tuntaskan Sengketa Tanah Rakyat

mangkubumi 04/05/2019
Share

Klikaktifis.id – Nasir, SH, Pengacara Masyarakat Adat Suku Marind Inbuti dari tiga kampung yakni kampung Yobar, Kayakai, dan Spadem Kabupaten Merauke Provinsi Papua menyambut baik pernyataan Presiden Jokowi terkait kasus-kasus sengketa tanah, baik yang melibatkan rakyat dengan swasta, rakyat dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), maupun rakyat dengan pemerintah harus segera diselesaikan secepat-cepatnya (03/05/2019).

“Hampir di semua Kabupaten kejadian-kejadian ini ada semuanya, dan saya minta ini segera diselesaikan secepat-cepatnya, dituntaskan agar apa? Rakyat memiliki kepastian hukum, ada rasa keadilan,” kata Presiden Jokowi saat memberikan arahan pada Rapat Terbatas tentang Percepatan Penyelesaian Masalah Pertanahan, di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (3/5) pagi.

Sebelumnya Nasir sudah bertemu Ali Mochtar Ngabalin Tenaga Ahli Utama Deputi IV Kantor Staf Presiden Kamis (14/3/2019) lalu, menyampaikan soal sengketa ganti rugi tanah Bandara Mopah Merauke yang belum selesai sejak tahun 2012 lalu seluas 60 hektar.

Nasir menyampaikan kronologis singkat terkait tanah masyarakat adat yang digunakan pemerintah untuk pembangunan Bandara Mopah sampai persoalan ganti rugi yang sampai saat ini belum juga terealisasi.

“Persoalan pembayaran ganti rugi lahan seluas 60 hektar sebenarnya sudah di janjikan oleh Menteri Perhubungan yang saat itu dijabat oleh Ignatius Jonan ketika berkunjung ke Merauke, namun hingga Bandara Mopah  beroperasi janji tersebut belum juga terealisasi sampai saat ini,” ujar Nasir dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (4/5/2019).

Tentunya dengan adanya kebijakan Presiden Jokowi untuk menyelesaikan sengketa tanah-tanah antara rakyat dengan pemerintah menjadi kabar baik untuk masyarakat adat suku marind imbuti Merauke. Demikian Nasir.*

Tags:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *